Tampilkan postingan dengan label renungan ringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan ringan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Januari 2015

Dua Syarat Terkabul Do'a

Segala puji hanya bagi Allah ta'ala.

merupakan suatu yang mudah bagi Allah ta'ala untuk mengijabah do'a hambanya, namun terkadang manusia tidak faaham dan tahu rahasia-rahasia Allah seandainya do'anya tidak terkabul atau tertunda.

mungkin bisa jadi kerana diantara yang dipakainya ada yang haram sehingga mengjalangi terkabulnya do'a atau Allah menunda pengkabulan do'a kerena suatu kemaslahtan tertentu dan Allah ta'ala paling tahu kapan dan dimana Dia mengijabah doa' hambanya.

dan satu hal lagi yang perlu di ingat bahwa seorang muslim banyak dari permintaannya terkabul setelah kiamat kelak dan hanya sedikit diberi bagiannya di dunia karena dunia hanya bersifat sementara.

dan berbeda dengan orang kafir semua jatah bagiannya dihabiskan di dunia jadi tiada bagiannya di akhirat kelak maka neraka saja lagi sisanya.

"Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. " [QS. Al baqarah:186]

Dari konteks Qur'an diatas terlihat bahwa syarat terkabulnya do'a ada dua; pertama,Memenuhi perintah Allah ta'ala. kedua,beriman kepada Allah ta'ala.

jika dua syarat tersebut telah terpenuhi maka tiada halangan bagi do'a umtuk terkabul. Namun yang perlu ditekankan disini yaitu memenuhi perintah yang wajib dan yang sunnah adalah lebih baik

Kamis, 15 Januari 2015

Allah Melarang Mengikuti Undang-undang Selain Al-Qur'an

Saudaraku.. benarkah apa yang berlaku saat ini. Terutama dikalangan umat muslim yang lebih mengedepankan hukum-hukum buatan manusia dibanding hukum Allah ta'ala yang maha tahu atas segala urusan makhluknya.

manusia memang bebal dan sok tahu, betapa tidak, berani membuat undang-undang diatas undang-undang Allah ta'ala. Padahal jelas dalam Al-Qur'an Allah berfirman:

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya.[QS. Ali imran : 3]

Al qur'an adalah pemimpin, imam, petunjuk, peta untuk arah kehidupan manusia. Jika manusia berpaling dari pada hukum Al-qur'an maka tidak lain yang terjadi adalah kerusakan dan ketidak adilan. Dan itu menjadikan manusia jauh dari keberkahan dan rahmat Allah ta'ala. Kesempitan-kesempitan hidup berdatangan silih berganti, seolah Allah ta'ala meyuruh manusia kembali kepada kitabullah.

dan telah jelas Menjalankan hukum Al Qur'an akan mendatangkan kemaslahatan dan mengundang keberkahan dari langit dan bumi.

Islam Indonesia Sama Dengan Yahudi

saudara yang dimuliakan Allah ta'ala...

Apakah judul artikel diatas terlampau ektreem. Tapi demikianlah adanya.. mengapa saya bisa berkata demikian. Karena apa yang berlaku pada masyarakat muslim Indonesia memang demikian. Banyak contoh yang bisa dilihat. Diantaranya; tidak mengharamkan musik, bebas berpakaian, tidak mengambil zakat dari orang kaya dan menyalukan kepada yang miskin, memungut pajak kepada sesama muslim, membiarkan praktek riba, lokalisasi perzinahan terang-terangan bahkan dilegalkan, miras gampang dibeli, tdak ditegakkan hukum hudud, dan memakai produk hukum kafir barat diatas hukum Allah ta'ala, suap-menyuap hal biasa dan banyak yang lainnya.

Dan praktek peribadahan tetap berjalan baik dan nyaman tidak ada pelarang sama sekali, namun agama bukan hanya sholat, puasa, zakat, haji, tapi agama adalah segala sisi hidup. Mulai dari urusan dikamar mandi sampai urusan tata negara, mulai dari urusan bangun tidur sampai tidur kembali, telah ada diatur dalam Islam

namun sayangnya hanya sebagian hukum Allah di tegakkan dan membuang yang lainnya...hal itu sama dengan apa yang Allah ta'ala gambarkan dalam firmannya:

Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. [QS. Al baqarah :85]

coba saudara fikir dan renungkan...Wallahu'alam.

oleh karenanya jangan heran orang islam dicela, hina dan dilecehkan, karena mereka menghinakan sendiri dirinya dengan membuang sebagian hukum Allah ta'ala.

(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya. [Qs. Ali imran : 182]

Kamis, 18 Desember 2014

Allah Ingat Bila Kita Ingat

benarkah demikian, Allah Zat yang Maha Bijaksana sungguh menyayangi hamba-hambanya baik muslim maupun kafir. Lihatlah orang kafir walau tidak bersujud dan mentauhidkan Allah ta'ala tapi tetap diberi makan. Dan jika ia seorang muslim maka setiap garaknya jika dilandasi iman dan niatan hanya kepada Allah ta'ala maka semua apa yang dikerjakannya adalah ibadah.

jika tidak percaya, coba perhatikan mulai dari bangun tidur langsung mengambil air wudhu dan shalat malam jika masih mendapati waktunya sebelum pajar. Lalu shalat subuh. Makan atau sarapan pagi niat bekerja untuk kelangsungan hidup dengan niat beribadah kepada Allah ta'ala.

masuk WC ibadah karena berdo'a minta perlindungan kepada Allah ta'ala dari gangguan jin yang ada di kamar mandi.

mau makan berdo'a dan berniat tenaga dari makanan tersebut untuk beribadah ke[ada Allah ta'ala.

sungguh banyak hal dari yang spele hingga urusan kenegaraan

bukanlah cuma berzikir cara mengingat Allah ta'ala yapi segala hal yang dilandaskan pada pengibadahan kepada Allah ta'ala baik itu urusan dunia dan akhirat

demikian semoga bermanfaat

Jumat, 08 Agustus 2014

Azab Turun Karena Ulah Manusia Itu Sendiri

Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melatapun akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.[QS. Al Fathir/36:45]

Jangan heran jika manusia yang zalim tapi tetap dibiarkan Allah ta'ala, itu tidak lain untuk menambah kezlimannya sampai batas yang tetah di tetapkan Allah ta'ala. Dan ketika sampai azal maka tiada ampunan baginya.

Kamis, 08 Mei 2014

7Aturan Yang Ditakuti Manusia Jika Hukum ISLAM Ditegakan

Ada 7 ATURAN yang sering ditakuti oleh manusia, ketika mereka berbicara tentang Syariat Islam.

Pertama, kewajiban Shalat Lima Waktu, bagi yang sudah dewasa.
Kedua, kewajiban menutup aurat, khususnya kewajiban memakai jilbab bagi kaum wanita dewasa.
Ketiga, larangan makan makanan haram seperti babi, bangkai, darah mengalir, ular, tikus, dll.
Keempat,larangan mengambil harta orang lain secara haram, baik melalui mencuri, menipu, merampok, korupsi, praktik rentenir, dll.
Kelima, larangan melakukan hubungan seks di luar nikah, baik melacur, selingkuh, seks bebas, perkosaan, homoseks, dll.
Keenam, larangan membunuh jiwa manusia yang haram dibunuh, atau menyakiti fisik orang lain tanpa hak, atau menyebarkan fitnah yang tidak benar, dll.
Ketujuh, larangan berbuat kekafiran, seperti murtad, menyebarkan paham kekafiran, melakukan sihir, menyebarkan perdukunan, dll.Kalau mau jujur,

HANYA 7 ATURAN itu yang menjadi sumber ketakutan manusia terhadap Syariat Islam.

Selasa, 22 April 2014

Benci Sunnah

Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku."[HR. Bukhari no.4675, Muslim no.1863]

Saudaraku seiman... pernahkan kalian menemui. Sebagiandari saudara-saudara kita membenci sunnah Rasulullah saw. & meremehlannya.
Diantaranya tentang memanjangkan jenggot dan mengenakan kain diatas mata kaki. Padahal memanjangkan jenggot dan memotong kumis adalah pembedaan islam dengan orang kafir. Jika ada yang berkata "banyak pula orang kafir yang berjenggot,...". maka jawabnya "apakah saudara mau mengerjakan apa tidak.! Apakah saudara cinta kepada Rasulullah? Bagaimana wujud cinta itu, yaitu mengikuti apa yang dikerjakannya dan menuruti anjurannya (sunnah)".
Demikian pula tentang kain dibawah mata kaki. Padahal telah jelas haditsnya.

menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Barangsiapa menjulurkan kain sarungnya hingga dibawah mata kaki, maka tempatnya adalah neraka."[HR. Bukhari no.5341]


Apakah saudaraku mau hanya karena hal sepele yaitu kain melebihi mata kaki membuat kita tersiksa dineraka. Jangan nafsu kita mengalahkan kata hati untuk menurut kepada teguran Rasulullah saw. Tersebut.
Demikian renungan hari ini semoga bermanfaat.

Senin, 06 Januari 2014

3 K Cara Mencapai Cita-cita

jika ada tiga K ini maka seseorang akan dapat mewujudkan harapannya:

  • kemauan
  • kemampuan
  • kesempatan

demikian pula dalam urusan agama, untuk melaksanakan suatu niat untuk beramal shalih atau beribadah mesti terpenuhi 3 faktor diatas untuk mencapai kesuksesan

banyak manusia mempunyai kesempatan tapi tiada kemauan dan kemampuan, demikian yang lainnya ada manusia yang mempunyai kemampuan tapi tidak diberi hidayah oleh Allah ta'ala untuk melaksanakannya.

mencari sebab-sebab untuk mencapai kemampuan, kemauan dan kesempatan itu sangat penting. Contoh; mencapai kemampuan dengan cara belajar sedikit-demi sedikit sehingga menjadi mahir dan pintar. Kemudian mencapai kemauan dengan cara menanamkan niat yang kuat seperti "dia bisa kenapa saya tidak!". Kemudian mencapai kesempatan dengan cara melihat peluang-peluang yang dapat dimasuki untuk meraih kesempatan.

seseorang ketika ingin menegakkan shalatnya lima kali sehari diperlukan kemauan dengan niat ingin shalat lima waktu, lalu melaksanakan lima waktu sesuai dengan kemampuannya baik dengan berdiri, duduk atau berbaring, lalu mesetting waktu dengan menyesuaikan pekerjaan dengan waktu-waktu shalat bukan sebaliknya, shalat menyesuaikan waktu kerja.

mengusahakan diri untuk tetap istiqamah adalah sesuatu yang amat luar biasa, oleh karenanya pembiasaan-pembiasaan sangatlah penting agar jasad terbiasa dengan keadaannya harus shalat lima waktu diawal waktu dengan berjama'ah.

Sabtu, 04 Januari 2014

Bulan Rabiul Awal : Memperingati Kelahiran Atau Wafatnya Nabi saw.



setelah ribut menyambut malam pergantian tahun masehi beberapa hari yang lalu bagi umat islam yang ikut-ikutan dengan tradisi orang kafir, sekarang umat islam akan mengadakan keributan kembali di momen bulan rabiul awal 1435 hijriyah, yaitu menyambut hari kelahiran Nabiullah Muhammad salallahu'alihi wassalam namun pada bulan rabiul awal pula Rasulullah wafat.

terjadi perselisihan diantara ulama tanggal berapakah Rasulullah lahir pada bulan rabiul awal. Dan lebih heran lagi tidak ada satu riwayat pun dari Rasulullah agar umatnya memperingati hari kelahirannya begitu pula dizaman para sahabat Nabi, tabiin, tabiut tabiin tidak pernah memperingati ultah Nabi.

apakah ini hanya tradisi yang dibuat-buat oleh umat Islam mutakhirin? Atau ada propaganda musuh Islam yang tujuannya memecah belah umat dengan mengadakan silang pendapat? Atau perbuatan para penguasa untuk menghormati Nabi?

saya rasa ini adalah intrik setan baik jin maupun manusia, dimana orang islam yang bodoh dan taklid (ikut-ikutan saja) buta disuntik otaknya dengan pemikiran bahwa dengan memperingati kelahiran Nabi maka generasi baru Islam akan tahu bahwa bulan rabiul awal adalah kelahiran Nabi salallahu alaihi wassalam.

secara sepintas memang ada kebaikannya...tapi jika dipikir lebih dalam lagi banyak hal yang telah dirusaknya didalam Islam. Coba kita perinci satu demi satu kerusakannya:

  1. Mengada-adakan peribadahan baru dalam agama (bid'ah)
  2. meniru orang kafir (memperingati ultah)
  3. berpesta-pesta dengan musik
  4. membuat perpecah belahan dalam agama
  5. membuat hari raya baru bagi umat Islam (padahal Rasulullah telah menetapkan hanya ada dua hari raya)
  6. pengkultusan Rasulullah (dengan pujian yang berlebihan

Saat Ini...



Mengajak Pemerintah mengubah libur hari ahad menjadi Jum'at

Telah lama terpikir, tapi ketika membaca berita-berita islam disalah satu situs berita islam, yaitu dinegara tetangga [MALAYSIA] diberlakukan libur hari Jum'at dan Sabtu, bukan hari ahad seperti di Indonesia. Peraturan tersebut berlaku mulai akhir tahun 2013 dan wajib bagi kantor-kantor pemerintah dan tidak diwajibkan kepada swasta.  
Sungguh luar biasa, dan merupakan suatu terobosan yang besar dan terlihat sekali bahwa pemerintah Malaysia mementingkan kebutuhan rakyatnya yang kebanyakan muslim.
Bagaimana dengan Indonesia?

Sudah sepantasnya Indonesia mengedepankan kepentingan rakyatnya yang mayoritas muslim, dengan memindahkan libur hari ahad ke hari jum'at. Untuk menghormati hari jum'at sebagai hari berkumpulnya kaum muslimin dimasjid-masjid, untuk dinasehati dimasjid-masjid dan menyambung silaturahim.
Peraturan hari ahad libur adalah peraturan yang datangnya dari orang kafir yang mana sudah tentu memihak kepada kepentingannya yaitu hari peribadahan agamanya. Jika pemerintah yang muslim mendukung aturan kafir ini dengan alasan toleransi agama, maka saya katakan pemerintah muslim tidak toleransi kepada agamanya sendiri.
Atau dengan kata lain pemerintah muslim mendukung kesesatan agama tersebut yaitu yang menyembah selain Allah ta'ala.
Apakah itu dinamakan toleransi? Dengan mengorbankan kepentingan umat muslim untuk beribadah khusyuk dihari jum'at dengan mendahulukan kepentingan orang kafir yang jumlahnya sedikit di negeri ini.

Kamis, 02 Januari 2014

Membanggakan kelompok masing-masing

salafi, JT, hisbut tahrir, NU, syiah, Muhammadiyah dll sampai 73 golongan. bangga dan meremehkan kelompok yang lain padahal Allah ta'ala memerintahkan untuk bersatu berpegang kepada tali Allah (Al qur'an dan sunnah yang shahih) jika terjadi perselisihan kembalikanlah kepada Allah dan rasulNya. janganlah bergolongan tapi katakan saya bukan golongan ini dan itu tapi saya adalah ISLAM yang berpegang dengan Al qur'an dan Hadits shahih, menjauhkan diri dari hal yang diada-adakan dalam agama, dan jangan pula mencampurnya dengan adat, karena akan merusak kemurnian agama. kembalilah kepada jalan yang lurus, yang diridhoi Allah ta'ala. yaitu jalan yang ditengah-tengah tidak mencela kaum muslimin yang lain dan merendahkannya. karena Rasulullah bersabda: seorang muslim yang baik adalah menjaga lisan dan tangannya dari muslim yang lain.

Rabu, 01 Januari 2014

Islamkah atau yahudi/nasrani

Apakah anda Yahudi atau Nasrani? Jika anda berpesta dimalam tahun baru masehi berati anda telah ikut merusak Islam dan membesarkan hati Yahudi Nasrani. Berapa banyak kemaksiatan terjadi dimalam itu mungkin bisa dikatakan hampir seluruh dunia bermaksiat.
Janganlah mau dibodohi oleh Yahudi & Nasrani, sesungguhnya mereka tertawa riang melihat pemuda-pemuda Islam mabuk dipinggir jalan berjoget tidak karuan. Perusakan mental dan menjauhkan dari Islam  adalah targetnya.
Setan berwujud manusia dengqgn bisikan iblis pengendalinya. Menebarkan jaring-jaring kemaksiatan.
Apa yang bisa ku lakukan melihat rusaknya agama ini.
Menonton saja...
Betapa sakit hati meliat kerusakan dimana-mana...
Ya. Allah...engkaulah tempat meminta perlindungan dan pertolongaan..

Kamis, 28 November 2013

Kunci jalan kejayaan, keselamatan dan kebahagiaan

Alhamdulillahirabbil'alamin,

Salawat dan salam semoga melimpah kepada Rasulullah Muhammad SAW, Nabi yang ummi. Dipilih-Nya untuk membimbing umat manusia seluruhnya, dia diutus Allah Swt. sebagai dai dan pendidik, diajaknya manusia untuk, mengikuti petunjuk Allah SWT yang terhimpun dalam kitabnya.

“Sungguh telah datang kepadamu dari Allah cahaya dan kitab yang menjelaskan segala sesuatu. Dengan kitab itu Allah akan membimbing orang yang mau mencari rida-Nya untuk menyusuri jalan kebahagiaan dan la akan tampilkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, terang dengan izin-Nya pula, pun la akan bimbing manusia untuk melintasi jalan yang lurus, (QS Al-Maidah: 15-16).

Merupakan suatu kesyukuran yang teramat luar biasa dimana umat islam telah diberi anugrah sebuah kitab yang akan menuntun kejalan yang diridhoi Allah SWT. Namun sekaligus mengherankan, umat islam yang dikatakan sebagai rahmatan lil 'alamin banyak yang tidak menjadikan Alqur'an sebagai imamnya.
Padahal telah jelas janji Allah ta'ala terlihat pada firmanya diatas, bahwa dengan Al qur'an Allah memimbing, mendidik, memberi pengetahuan dan pelajaran baik tentang cara menggapai kebahagian dunia da akhirat baik berupa ibrah dan metode yang tepat.
Dari kegelapan kepada cahaya. Ini merupakan bahasa yang kompleks untuk menunjukan bahwa dengan kitab Al qur'an manusia akan ditunjukan jalan baik mengenal siapa dirinya, mengapa tercipta dirinya, siapa yang menciptakan dirinya, untuk tujuan apa dirinya ada, mengetahui titik final dari perjalanan dunia ini dan lain sebagainya. Dan yang terpokok menurut penulis adalah memausiakan manusia dengan adab-adab yang diridhoi Allah ta'ala.
Jika seorang hamba selamat menjalani kehidupan dunianya dengan baik demikian pulalah gambaran ia melintasi jalan sirathalmustaqim dihari qiamat kelak. Dimana besaran dan bentuk model jalan tersebut tergantung dari amalan didunia ini. Sebagaimana digambarkan dalam hadits yang diriwayatkan Abu Sa'id al Khudri dari shahih bukhari no. 6886
"...kemudian titian (jembatan) jahannam didatangkan dan dipasang diantara dua tepi jahannam, kami (sahabat) bertanya, 'Wahai Rasulullah, memang jembatan jahannam tersebut misterinya apa?' Nabi menjawab, 'jembatan itu bisa menggelincirkan, menjatuhkan, ada pengait-pengait besi, ada duri-duri yang lebar dan tajam durinya terbuat dari kayu berduri bernama Sa'dan. Orang mukmin yang melewatinya sedemikian cepat, ada yang bagaikan kedipan mata, ada yang bagaikan kilat, ada yang bagaikan angin, ada yang bagaikan kuda pilihan, ada yang bagaikan kuda tunggangan, ada yang selamat dengan betul-betul terselamatkan, namun ada pula yang selamat setelah tercabil-cabik oleh besi-besi pengait itu, atau terlempar karenanya dineraka jahannam, hingga manusia terakhir  kali melewati dengan diseret-seret..."
Bagaimanakah cara terselamatkan dari kaitan besi dan jurang neraka yang menganga dibawahnya, kami kira sudah jelas jawabannya, yaitu sebagaimana tertera pada firman Allah ta'ala diatas. Barang siapa menaatinya maka selamat dan berbahagialah ia, tapi sebaliknya jika sesorang menentang ayat-ayat Allah mak siap-siaplah menanggung resikonya yaitu terkait duri Sa'dan dan terpelating ke dalam neraka. Yang disebutkan itu adalah kejadian dihari kiamat kelak bagaimana halnya jika didunia apa yang diperolehnya jika tidak taat kepada Allah SWT.
Ada dua kemungkinan yang pertama dibiarkan merajalela kemudian dimatikan dengan tiba-tiba, yang kedua didapatinya kesempitan-kesempitan pada urusannya agar hamba itu berfikir. Namun dari dua kemungkinan tersebut, yang kedua lebih baik dari yang pertama karena masih ada peluang yang diberikan Allah ta'ala untuk kembali dan bertaubat.
Kemudian bagaimana keadaan saat ini dimana hanya sedikit manusia yang mengamalkan Al qur'an. Inilah akhir zaman dimana tuntunan Allah (Al qur'an) sebaian besar hanya sebagai panjangan dilemari, berdebu bahkan dimaka rayap. Dan orang Islam lupa bahwa kesuksesan dan kejayaan hanya bisa dicapai dengan mentaati Allah dan RasulNya. Sebagaimana para sahabat genrasi pertama umat ini. Mereka diberi kejayaan yang cemerlang karena "Sami'naa wa 'atha'naa".
Dimana-mana orang mencari kunci-kunci untukmencapai kejayaan, padahal telah jelas, yaitu mengembalikan keataatan adalah jalan yang terbaik, dengan merujukan segala sesuatu kepda Al qur'an dan sunnah.
Metode telah ada tinggal manusianya saja lagi, apakah ia akan tetap bertuhan dengan akalnya, dengan beranggapan uang adal_ah segala segala-galanya.

Rabu, 28 Agustus 2013

Islam sayang islam malang

Bid'ah yang bertebaran dimana-mana tambah subur akibat pembiaran para ulama yang ngikut doang dengan atasannya.. kenapa tidak kembalikan prinsip dasar islam. Yaitu Al qur'an dan hadits. Bukan mengada-adakan hal baru dalam agama ini, sungguh perpecahan dan perbedaan umat islam bukanlah rahmat tapi bala. Dan karena bebedanya cara pandang maka akan mudah disusupi oleh musuh-musuh islam. Untuk mengadu domba.
Bagaimanakah dengan wacana pendirian NKRI bersyariah, acuan mana yang dipakai, apakah nu/muhammadiyah, atau kaum fundamentalis, karena semua merasa benar. kasihan si awam, bingung mencari tujuan.
Siapa yang naik bukan menjadi masalah tapi yang menjadi persoalan adalah apakah penerapan Al qur'an sebagai dasar negara dapat kosisten dijalankan. Seperti ancaman potong tangan atau hukum mati jika berzina bagi yang sudah pernah menikah. Hukum cambuk bagi yang minum khamar.
Menurut saya yang terbaik adalah membuat daerah-daerah percontohan dahulu untuk penerapan hukum islam secara mutlak. Namun faktor yang tidak kalah pentingnya adalah komitmen para pemimpin negeri ini. Jika pemimpin baik maka dibawahnya juga baik tapi jika korupsi dan menang sendiri maka tunggulah kehinaan akan didatangkan Allah SWT. Sebagaimana yang terjadi saat ini: Islam  diremehkan, direndahkan, gampang dijatuhkan, lemahnya persatuan dan takut mati dan kelaparan sehingga loyal kepada dunia dan mengikuti kemauan amerika.
Sampai kapan islam begini, terus lemah dan tidak percaya diri tampil didepan umum untuk menyatakan  agama saya islam saya takut kepada ALLAH SWT oleh karenanya saya tunduk dan taat kepada aturan hukumnya.
Bukan sesuatu yang penting aturan dunia ini. Hanya untuk membatasi gerak badan saja. Tapi hati dan pikiran tetap bebas. Apakah islam akan terus begini dilecehkan dan dihinakan tanpa ada perlawanan dan pembelaan dari pengikutnya. Sungguh ironi.
Saya muslim dan siap mati untuk islam.
Tidak ada yang yang lebih baik selain mati dalam keadaan fisabilillah. Kerena ia tidak mati bahkan diberi rezeki oleh Allah disisinya.
Kapankah episode islam dihinakan ini berakhir. Bukan Allah yang menjadikan islam begini tapi sebab pengikutnya telah cinta kepada dunia, harta secara berlebihan maka Allah mencabut keberkahan dan kebesaran islam. Maka munculah generesigenerasi cecunguk yang westernisasi yang dari ujung rambut hingga ujung kuku. Tiada penghormatan sama sekali kepada agamanya.
Dungu lagi hina. Tiada prinsip dan budak dunia. Percayaah bahwa jika seseorang itu mengejar dunia maka sudah rumusnya dunia akan lebih cepat berlari dari pada langkahnya.
Kapankah islam akan terus seperti ini, kapankah janji Allah bahwa islam akan kembali jaya. Mungkinkah aku merasakan kejayaan itu atau akhir jaman ini menunggu turunya Almahdi dan isa almasih merupakan pintu kejayaan itu.
Unthk saat ini saya hanya belajar istikomah dengan amalan harian saja. Karena istiqamah adalah karomah terbesar. Dan nabi saw berpesan perang terbesr adalah berperng dgan hawa nafsu.
Sampai kapankan islam terus dihina dan dilecehkan seperti ini berpecah belah, diadu domba, ditertawakan serta cinta dunia.
Bersatu..bersatu umat islam. Tuhanmu hanya satu ALLAH.  Dan nabimu Rasululah saw.
Janganlah lemah dan takut mati tapi jangan pula sembrono ngbom sana sini, tapi buntutnya bunuh orang yang tidak tepat, malah membuat nama islam tambah rusak, seolah-olah islam adalah agama perusak. Jadi para kafirun dapat celah untuk memerangi aktivis islam dengqn dalih teroris. Jangan lihat kulitnya tapi isinya. Siapa tahu berulat dan busuk luar biasa.
Belajar lah mencintai islam secara keseluruhan. Jqngan hanya mendengar tapi dicari dan ditelaah yang manakah islam yang sesungguhnya apakah nu, muhammadiyah, atau fundamentalis.
Berperinsiplah, jangan kaku dalam berda'wah'.
Selamat bejuang saudaru seiman. Semoga Allah mennggikan nama islam ini sebagaimana jayanya, amin

Jumat, 23 Agustus 2013

Sifat khilaf, salah dan lupa

Ketika seorang muslim yang taat kepada Allah SWT  mendapat cobaan, ujian entah maksud ALLAH SWT untuk meningkatkan drajatnya atu mengingatkan dan menegurnya, maka setan tidak akan tinggal diam melihat pelung ini, setan bekarja keras agar hamba tersebut lupa bahwa yang dialaminya adalah ujian dari ALLAH SWT  sehingga ia lalai dan terbawa oleh suasana hingga larut bahkan jatuh kepada maksiat dan dosa.
Disinilah terjadi khiaf, dan kelalaian, kelupaan namun ALLAH SWT maha pengasih kepada hambanya, Ia tidak akan dibiarkan saja larut dalam kelalaiannya namun diberi peringatan-peringatan agar hamba itu kembali kejalan Allah SWT.

Menjadi mukmin sejati

Islam terbaik adalah yang paling bertaqwa kepada Allah swt.
Belajar dan terus belajar
Allah ta'ala Maha baik, paling mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-hambanya, jangan engkau mencaci takdir karena ada kebaikan didalamnya. Engkau bukanlah orang yang sabar, cuma ditimpa sedikit cobaan langsung mengeluh.

coba perhatikan orang-orang terdahulu bagaimana mereka bersabar walaupun api telah ada dihadapkan kepadanya, tapi demi syariat ini ia korbankan apa saja untuk satu kalimat LAA ILAHAA ILALLAH